TIDAK ADA YANG ISTIMEWA, SEMUA BERJALAN DENGAN BAIK - BAIK SAJA, INSYAALLAH.
Rabu, 26 September 2018
20 TAHUN HIDUP
September 26, 2018
New
Senin, 30 Juli 2018
KEHIDUPAN VIRTUAL
Juli 30, 2018
New
“ngopo e kok ngguyu dhewe”
Ungkapan ibukku setelah melihatku tertawa ketika
scroll2 twitter atau timeline line. Ya memang ibukku nggak tahu apa yang aku
lihat, sebuah lelucon yang memang mengundang tawa.
Tapi sadarkah, bahwa kehidupan kita semakin tidak lepas
dari hp. Handphone bukan menjadi sebuah kepentingan untuk hal – hal
berkomunikasi. Handphone sudah beralih menjadi kepentingan yang ya pokoknya
harus ada hp.
Semakin kesini semakin sadar bahwa kehidupan manusia
mulai diambil alih oleh dunia virtual, ia tak lagi menemukan kebahagiaan hidup
dalam dunia yang nyata, ia cenderung kecewa dengan apa yang dunia sudah lakukan
padanya. Di dalam dunia virtual ia lebih di hargai oleh orang2 yang bahkan
tidak tahu apakah orang beneran apa bukan, followers yang melimpah bukan
menjadikan kita banyak teman, ia hanya mitos di balik terselundupnya
keingintahuan akan dunia kita, keingintahuan pada privasi2 yang kita umbar.
Aku mengenal handphone dari kecil, dari merk siemens,
motorla, nokia sampai sekarang pasar dikuasi iphone Samsung, asus dan xiami,
tetapi aku mulai pegang hp waktu kelas 5 sd sekitar tahun 2010, hp yang aku
beli nokia 1600, sudah ada akses internet opera mini, dan waptrick. Waktu itu aku
sudah bikin email dan facebook dari tahun 2009. Pada masa itu facebook sungguh amat
terkenal, setiap temanku punya facebook, mulai beranjak ke sosmed sosmed lain
seperti twitter, plurk, myspace, foursquare dan lain sebagainya.
Entah aku tak tahu benar apa tidak, tetapi anak anak
sekarang yang masih tk pun sudah punya hp, ia sudah bisa scroll Instagram dan
buka youtube. Ya, keponakanku ada.
Apakah kamu kira anak kecil itu tidak cocok pegang2
hp? Menurutmu apakah kamu cocok pegang2 hp terus? Menurutku semua tidak. Jika
kamu bilang, orang dewasa sudah bisa membedakan prioritas dan hal lain, taek.
Masih banyak orang seumuran kita yang tidak menghargai orang lain dan malah
menghargai hp kita sendiri, seolah asik dalam dunia maya yang bahkan hanya
sebuah imajinatif bikinan para elite. Masih banyak orang yang asik dengan hpnya
ketika seminar, sekolah, dan hal hal macam diskusi lain. Dan masih banyak grup2
wasap orangtua yang bahkan tidak terlalu penting untuk dituliskan, ratusan chat
tiap hari, hmm.
Orang – orang sekarang mulai merubahkan pikiranya
bahwa apa yang berada di hp itu adalah kepentingan dan harus selalu berada pada
dirinya, orang orang cenderung menganggap bahwa hp sudah menjadi bagian dari
komunitas masyarakat yang mana telah tersematkan nyawa padanya. Mungkin jika
kamu tertawa ketika melihat sosmed dari hp di suatu wilayah di pedalaman yang
tidak tahu apa itu hp kamu akan ditertawakan seperti orang gila, dan memang
benar seharusnya, pikiran pikiran murni seperti itu yang telah hilang dari akal
kita karena ya pemikiran kita mulai terbelokkan karena kita menganggap keberadaan
hp.
Dan memang benar bahwa hp mendekatkan yang jauh tapi
menjauhkan yang dekat. Disini kita tahu bahwa kedewasaan menanggapi hp itu
harus mulai diperhatikan dan mulai dipelajarkan. Ya kalau tidak, kita tidak
lagi bisa menganggap manusia lain itu ada.
Jumat, 13 Juli 2018
PERJALANAN HATI
Juli 13, 2018
New
SemeruDi bawah hujam bintangKulihat ratih menyaut matakuSorot matanya menghalau kegelapanMenerangkan dalam kengerian hutanLangkah kaki yang semakin beratJuga mata yang tak sanggup melihatBukan sebuah perjalanan pencapaian ambisiBukan juga masalah gengsiSemeru sadarkan kedalaman hatiSadarkan keangkuhan diriMahameru berikan tangiskuAkan indahnya ciptaanmuMembuka hati,bahwa manusia bukan apa – apa atas kebesaranmu
Minggu, 24 Juni 2018
PELECEH DAN TERLECEH
Juni 24, 2018
New
Sexual
harassment.
“cowo
baik – baik itu gak akan ngelecehin wanita”
“bukan
masalah wanitanya, tapi masalah cowonya”
“don’t
blame the victim”
Ki
yo lur, gusti allah ki wes menciptakan laki – laki dan perempuan b.e.r.b.e.d.a
laki laki diciptakan dengan dasar logika nek perempuan nganggo perasaan. Jadi emang
kadang laki2 nggak mikir sampai perasaan, sebaliknya.
Hanjuk
le salah sopo jal nek ono pelecehan seksual?
Iki
pendapatku yo, dengan dasar
- sebagai seorang laki – laki
- manusia diciptakan tidak sepemikiran
- semua kebenaran dunia adalah relatif
Cah
– cah lanang ki mesti seneng ndelok wong wedok ayu, entah darimana sudut
pandangnya, entah dia berkerudung atau tidak, karena yo cen mau gak mau, gelem
ra gelem wes pasti nek kabeh wong ki mesti ndelok bungkuse sikik daripada
isine, mbok totoan kowe nek misal dikon milih buah le dituku seko giwangan karo
seko superindo sing wes di kei sterofoam ro plastikan mesti milih sing kui.
Dengan catatan isi pikir keri. Intine sing di delok pertama ki mesti bunkuse.
Ha
njuk isine, setelah yakin dan percaya dengan bungkusnya, hal kedua mesti ndelok
isine, untuk tindakan yang selanjutya. Akdewe kudu ndelok sik, apakah buah e ki
bosok po ora, nek bosok ora dipangan nek ora bosok dipangan.
Ha
njuk nek pelecehan seksual piye menurutku?
Saiki
nek misal tak nei pilihan nggo lanang, ono 2 wong, sijne nggo bh tok, sijine
kaosan cendek. Le di godo seng endi? Njuk compare meneh kaosan cendek karo
lengen dowo, njuk lengen dowo ro jilbab gawl, njuk jilbab gawl karo jilbab
ninja.
Masalahe,
di dalam masyarakat ki ora mung disediakan 2 pilihan. Tapi a lot of wedok2 seng
beragam. Nek kowe ngomong jilbaban tapi tetep dilecehkan, yo cen hoo!. Soale
ono pembandinge yang daripadanya lebih tidak dipilih untuk dilecehkan.
Ngaranmu
ki, pelecehan ki kyo ngopo cobo,
leceh/le·ceh/ /lécéh/ a 1 meleleh dan melekat pada tempat yang dilalui (seperti lilin yang cair, air gula pada bibir); 2 ki remeh; tidak berharga: ia merasa -- di tengah pesta yang meriah itu; 3 ki rendah sekali mutunya (nilainya): surat kabar yang -- kurang mendukung pendidikan anak-anak; 4 ki buruk kelakuan; hina: orang yang -- budi dijauhi teman;
meleceh/me·le·ceh/ v 1 memuji-muji supaya disukai; menjilat pantat: kerjanya tidak lain daripada ~ dan menyanjung-nyanjung majikannya; 2 menghinakan; memandang rendah (tidak berharga); mengabaikan: orang sering ~ dia karena perbuatannya itu;
melecehkan/me·le·ceh·kan/ v memandang rendah (tidak berharga); menghinakan; mengabaikan;
peleceh/pe·le·ceh/ n 1 orang yang suka memuji-muji dan sebagainya; penjilat; 2 orang yang suka meremehkan (merendahkan) orang lain;
Nek
menurut kbbi ki koyo ngono, saiki tak Tarik kesimpulan wae kui ngaranku ada 2
point;
- Memandang rendah
- Memuji supaya disukai
Salah
satu bentuk pelecehan ki memandang rendah, iki tak akoni cen laki2 itu
memandang rendah perempuan dengan tidak memperdulikan bahwa objek lecehanya itu
seseorang yang punya hati/perasaan atau tidak. Ia cenderung wes waton anane,
sak kecekel e sebagai bahan nafsunya, iki pancen. Banyak kasus e misal
pelecehan secara fisik ataupun verbal.
Tapi
ngene, nek menurutku manusia ki punya sesuatu yang dinamakan etika/moral. Iki
biasane hukum tak tertulis yang kadang banyak dilupakan manusia. Nah sedangkan
laki2 punya yang namanya apa yang dicirikan sebagai pemuas nafsu.
Ngene,
contoh kasus misal cah lanang ki weruh cah wedok ayuuuuuu buangeettt sak jagad
raya ning ndalan. Opo iyo ora arep di delok? Opo iyo ora arep dipandang? Nek
aku sih isih. Tapi poyo lanangan ngono arep langsung marani njuk nyium langsung
ndemok susune? Lak yo ora to. Gampangane ngene, kowe ning ndalan ki nyium ambu
ambu nasi padang wuenak tenan nggonne wong liyo. Ngambu laky o enak to,
menikmati, ngambu njuk ngmatke neng jejere oleh ra? Oleh. Tapi kui jenenge
saru. Nah seng ketelu iki, bar ngambu, marani, ngematke njuk mok untal kui
segone nggonne wong liyo po oleh?
Hakui
lho masalah e wong sak iki ki, akeh seng ngroso kepemilikan itu tidak terlalu
berarti ketika kita merasa paling benar. Dalam konteks sexual harassment yo
kepemilikan harga diri. Harga dirine wong wedok merasa bukanlah seuatu yang
penting bagi laki laki.
Ha
iki lho sing aku ra setuju ki, akeh hal – hal sing menurutku bukan salah laki2.
Tapi nek misal lanangan kui mau wes mlebu ning tahap 2 sing langsung marani
nyium ro ndemok susune kui mau, fix setuju banget aku nek kui salah lanangane.
Karena manusia ki mesti dibekali etika marang wong liyo, ada hal – hal yang
tidak harus dia lakukan tapi hanya perlu dia batin. Nah iki lho masalahe, jaman
sosmed ngeneki, sing dibatin kui sing ditulis.
Nek
misal kowe ra nulis ning internet ki ra bakal dadi masalah. Tapi kadung mok
tulis kui dadi masalah. ha iki berlaku nggo sopo kui seng jenenge victim. Nek
kowe ra siap nduwe sosmed, rasah nggawe wae. Karang yo kabeh wong neng ndunyo
iki ki iso ndelok sosmedmu, iso komen ning nggonamu, po yo kowe arep membatasi
wong seng iso ngakses akunmu?
Ciri
pelecehan yang kedua, saiki tak takon nggo wedok kui sing sok diomongi ayu karo
wedok liyane, memuji “canti banget gakuku” “ya allah bidadari darimanaa” taek
a. ngono ae kon seneng mbarang ngono ae gak dilokno pelecehan. Yoiku kon iku
mung seneng nek kon dilokno apek, padal ndek sosmed ki gak kabeh kudu mbok
posting, orak kabeh wong sing komen iku wong apik, orak kabeh wong ndek donyo
iku wong apik, akeh wong jahat ning internet, akeh wong busuk ning internet,
nek kon dorong siap nduek sosmed, gasaha gae. Nk kon dorong siap dilokno elek
rasah gae. Kon niate pamer tapi mbasan dilokno elek njuk nglokro, nyalahno seng
komen.
Karena
ya itu tadi, tidak semua orang paham bahwa tidak semua orang di dunia ini
adalah orang baik, mereka cenderung tidak siap untuk menerima kekecewaanya atas
ekspektasinya bahwa semua orang itu baik, makanya ketika dia menemukan orang
jahat, itu cenderung membuatnya menjadi seperti orang yang putus asa dengan
ekspektasinya.