Selasa, 12 Februari 2019
TRAUMA BANGSA
Rabu, 16 Januari 2019
KEADAAN DUNIA BAPAK WAKTU ITU, NAK.
Di masa aku hidup, orang orang merangkak pada kiblat yang sama,
kiblat keteneran, kemewahan, dan pengakuan. Ada beberapa dari mereka yang tidak berjalan pada kiblat itu melainkan menciptakan kiblatnya sendiri, ia berbondong pada kiblat keimanan atas dasar kekafiran, kebenaran atas dasar kesalahan, toleransi atas dasar penindasan.
Mereka buat hidup mereka berjalan pada arus yang sama, arus dominan dan homogen, arus yang alergi pada keberagaman, arus yang tak tenang dengan perbedaan.
Kini hidup terasa lebih terancam, bukan karena Petrus yang membidik para preman bertatto, bukan karena pemburu antek pki, bukan karena siapa yang kritik model orba, apalagi terancam karena belanda atau jepang.
Hidupku kini terancam oleh ego saudaraku sendiri, oleh kemauan di atas kemampuan orang orang seikat darah. Mereka menjadi sebuah ancaman pada hak hakku, pada apa yang disebut kebebasan
Semoga tuhan masih mengijinkanku melanjutkan hidup yang semakin ngawur ini, hidup manusia yang dinilai oleh manusia lainya, bukan oleh tuhannya sendiri.
Minggu, 13 Januari 2019
HITAM DAN KEHENINGAN
Meradang sepi membungkus rindu yang berjalan di atas bayang-bayang semu
rona wajahmu selalu menghantui di setiap kedipan mataku indah senyummu selalu terbayang dalam setiap angan-anganku jiwa ragamu tak jarang merasuki mimpiku
Jarak adalah sebuah kejahatan dan waktu adalah sebuah kekejaman merekalah musuh terbesarku untuk selalu berada di sisimu aku tak ingin naif aku memang selalu ingin ada disisimu tapi sang jarak selalu larang ku dan sang waktu tak juga izinkanku
Ada hati yang terpaut ratuan kilo ada raga yang terpisah jutaan langkah alangkah doakan ku agar tetap setia menunggu ribuan purnama dan merapal berbait-bait doa
Sebuah akhir cerita yang semoga bahagia
MERENDAH UNTUK MEROKET
Percantik untuk sebuah hasil yang baik bersolek jangan sampai terlihat jelek kuturuti semua permintaan pasar kukabulkan yang ada di lisan lisan mereka aku mengalah untuk hasil yang tak mau kalah
Aku siksa diriku untuk tawa riang teman-teman ku untuk pengakuan temanku sujud kawan-kawanku viral ini bukan duniaku bukan juga tutup kemampuanku aku turuti semua kata hatinya padahal tak sesuai dengan kata hatiku aku tenggelam dalam selera pasar aku hanyut dalam aliran terpaan sosial
Cheese dengan cara-cara yang tak jauh dari narsis dengan cara-cara yang cukup najis aku percaya diriku aku percaya hatiku aku percaya lisanku sejujurnya aku miskin diri hati maupun lisan
Kadang aku ingin terlihat jelek kadang aku juga ingin dihujat tapi aku senang kejelekanku terpampang di pikiran mereka memamerkan kejelek kan ku aku senang orang-orang notice apa yang beda dariku
merendah untuk meroket modddd
mampus kau dikoyak koyak eksis
Cantik banget sihh irii
Nggaklaahh, cantikan kamu juga,akumah apa cuma remahan peyek
Sabtu, 24 November 2018
DUA TIANG PANCANG
Tentang dua tiang pancang yang gagah berdiriHarapan dan kenyataan sejatiTentang buah bibir manis di hatiUntuk siapapun buah hatiMereka bukan orang biasaBukan juga orang istimewaTapi orang yang selalu adaDalam suka duka rasaIzinkan kami pergiSecepatnya kami kembaliMembawa harapan yang terpatriUntuk perubahan yang berartiKami pamit duluAkan ada waktunya bertemuKetika harapan dan kenyataan bersatuUntuk bahagiamu dan bahagiakuKami menjauh sebentarMembawa harapan lebih besarDengan keyakinan yang lebih segarJuga kondisi yag lebih bugarSehat – sehatlahjiwa raga gagahhati yang tabahdan pikiran yang selalu bergairah.
Kamis, 15 November 2018
BISIKAN SETAN
Setan setan mulai meracuniku,
Berbatu dan bersimbah darah,
Di atas sprei hitam kubenamkan tubuhku dalam ketidakmampuan
Menghadapi serangan dari para setan setanEntahlahAlarm sudah berbunyi
Telepon pun sudah berdering
Tapi lantunan tak dapan memekakakn telingaku
Tak dapat juga menggerakkan rahaku
Aku mati dalam dekapan setan
Aku sekarat dalam bisikan sesat
Aku belum juga sholat
ARTI SEDERHANA
Perjalanan itu tentang arti,
Bukan juga masalah gengsi
Tidak tergantung dimana
Tetapi dengan siapaAku tak butuh kemewahan
Juga tak butuh ketenaran
Aku mau yang sederhana
Seperti saat kau memandangku untuk yang pertamaDenganmu semua makna tercipta
Semua cerita bermula
Ada hati yang tak kunjung pergi
Ada doa yang tak juga hentiSesederhana diriku dan dirimu
Tak butuh yang lain untuk jadikan kita satu
Yang mengantarkan kita pada racauan tentang masa depan
Tentang cinta yang tak kunjung hilang.
Minggu, 21 Oktober 2018
PERJALANAN HATI II
Sabtu, 06 Oktober 2018
GURAT ASA
Paradoks sebuah usiaUsia jua takdir berkataMasalah hidup bukan aliranSebuah keputusan bukan asal jalanDua puluh tahun perayaanAkui bekal hidup masa depanApalah arti sebuah usiaNihil perubahan bermaknaIni masalah hegemoni budayaBelum tentu benar tapi sudah biasaOrang – orang tunduk denan saksamaBerbeda lalu dianggap gilaMeyakini adalah alasankuAtas keresahan pada jalan hidupkuMencari aman agar terlihatPadahal hampa yang dilakukanDua puluh tahun usiaHanya renungan tanpa lakukanDua puluh tahun usiaSemoga hidup semestinya berjalan
