Minggu, 15 September 2019
PARAMETER BAIK
HANYUT
Malam ini akan kutuliskan perjuangan seorang ksatrriaTentang harapan dan kenyataanTentang perjuangan tanpa alasanTentang mimpi tanpa balasanKini ia telat matiSirna dikoyak ketakutanya sendiriTentang hal yang bahkan bukan ancamanIa telah berubahDari ada menjadi tiadaDari gagah menjadi lemahDari keyakinan menjadi keputusasaanTetapi yang pasti, impianya tidak akan pernah matiImpianya terus mengakar, merasuk pikiran anak cucunyaMerangsak jiwa putra putrinyaHanya tentang waktu, ketika perjalanan berakhir untuk tujuan yang lebih besarDan tujuan itu adalah; perubahan.
Selasa, 12 Februari 2019
MUNAFIK
Hangatnya menawan hati
Dinginya mengiris nadi
Sungguh hanya guratan senyum kecil yang membangkitkan sukmaku
Sungguh perkataan palsu yang membangkitkan emosiku
Engkau adalah satu di antara beribu orang yang berjanji
Satu dari sekian pasang yang berekspektasi tinggi
Larut dalam aliranmu jadikan logika sirna
Pikiran elegan hati tak punya
Tindakan menawan,
Tapi bukti tak kunjung ada
TRAUMA BANGSA
Rabu, 16 Januari 2019
KEADAAN DUNIA BAPAK WAKTU ITU, NAK.
Di masa aku hidup, orang orang merangkak pada kiblat yang sama,
kiblat keteneran, kemewahan, dan pengakuan. Ada beberapa dari mereka yang tidak berjalan pada kiblat itu melainkan menciptakan kiblatnya sendiri, ia berbondong pada kiblat keimanan atas dasar kekafiran, kebenaran atas dasar kesalahan, toleransi atas dasar penindasan.
Mereka buat hidup mereka berjalan pada arus yang sama, arus dominan dan homogen, arus yang alergi pada keberagaman, arus yang tak tenang dengan perbedaan.
Kini hidup terasa lebih terancam, bukan karena Petrus yang membidik para preman bertatto, bukan karena pemburu antek pki, bukan karena siapa yang kritik model orba, apalagi terancam karena belanda atau jepang.
Hidupku kini terancam oleh ego saudaraku sendiri, oleh kemauan di atas kemampuan orang orang seikat darah. Mereka menjadi sebuah ancaman pada hak hakku, pada apa yang disebut kebebasan
Semoga tuhan masih mengijinkanku melanjutkan hidup yang semakin ngawur ini, hidup manusia yang dinilai oleh manusia lainya, bukan oleh tuhannya sendiri.
Minggu, 13 Januari 2019
HITAM DAN KEHENINGAN
Meradang sepi membungkus rindu yang berjalan di atas bayang-bayang semu
rona wajahmu selalu menghantui di setiap kedipan mataku indah senyummu selalu terbayang dalam setiap angan-anganku jiwa ragamu tak jarang merasuki mimpiku
Jarak adalah sebuah kejahatan dan waktu adalah sebuah kekejaman merekalah musuh terbesarku untuk selalu berada di sisimu aku tak ingin naif aku memang selalu ingin ada disisimu tapi sang jarak selalu larang ku dan sang waktu tak juga izinkanku
Ada hati yang terpaut ratuan kilo ada raga yang terpisah jutaan langkah alangkah doakan ku agar tetap setia menunggu ribuan purnama dan merapal berbait-bait doa
Sebuah akhir cerita yang semoga bahagia
MERENDAH UNTUK MEROKET
Percantik untuk sebuah hasil yang baik bersolek jangan sampai terlihat jelek kuturuti semua permintaan pasar kukabulkan yang ada di lisan lisan mereka aku mengalah untuk hasil yang tak mau kalah
Aku siksa diriku untuk tawa riang teman-teman ku untuk pengakuan temanku sujud kawan-kawanku viral ini bukan duniaku bukan juga tutup kemampuanku aku turuti semua kata hatinya padahal tak sesuai dengan kata hatiku aku tenggelam dalam selera pasar aku hanyut dalam aliran terpaan sosial
Cheese dengan cara-cara yang tak jauh dari narsis dengan cara-cara yang cukup najis aku percaya diriku aku percaya hatiku aku percaya lisanku sejujurnya aku miskin diri hati maupun lisan
Kadang aku ingin terlihat jelek kadang aku juga ingin dihujat tapi aku senang kejelekanku terpampang di pikiran mereka memamerkan kejelek kan ku aku senang orang-orang notice apa yang beda dariku
merendah untuk meroket modddd
mampus kau dikoyak koyak eksis
Cantik banget sihh irii
Nggaklaahh, cantikan kamu juga,akumah apa cuma remahan peyek