Minggu, 15 September 2019

KALAH DALAM PUASA

September 15, 2019




Bagiku puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus. Terlebih dalam nafsu, ia menahan apa yang terjadi pada akibat yang ditimbulkan nafsu itu sendiri. Sayangnya, orang – orang berduyun duyun terikat dengan puasa hanya pada 30 hari pada bulan suci itu. Padahal sejatinya puasa ada dalam setiap sendi kehidupan bersifat general dan selamanya.
Dimulai dari imsak sampai maghrib, tetapi menurutku puasa berawal dari lahir, sampai mati di dunia. Ia adalah penyatuan jiwa dengan alamnya. Dalam artian menahan, ia sebenarnya bisa saja dilakukan, tetapi kata menahan mempunyai artian yang lebih dalam. Merendahkan ego dan mendahulukan yang lain, iya. Menurutku puasa ada dalam setiap hal yang dialami manusia. Kalau orang – orang sudah dapat memahami apa arti puasa sebenarnya, maka mungkin di dunia ini tidak akan ada koruptor, perampok, ataupun orang suci yang memberi gelar sendiri.
‘Menahan dan mengendalikan’ mungkin bukanlah suatu kalimat yang memiliki makna yang dalam, tetapi butuh effort lebih untuk melaksanakan. Hidup ini bukanlah sekedar melahap dan menghabiskan, dalam penglihatan secara jiwa, menurutku hidup harus dalam taraf seimbang. Menahan dan mengendalikan apa yang bisa dilakukan menurutku adalah hal yang lebih utama. Ini bukan persoalan kalah dan menang, karena jika hidup hanya terbatas oleh 2 hal itu maka hanya ada hitam dan putih, bukan hanya benar dan salah karena mengalah dan dikalahkan adalah jalan terbaik untuk kemenangan, menempatkan harga diri di atas parameter capaian menjadikan ia tak mudah disentuh, apalagi dikalahkan oleh seorang pun. Dan bukanlah kemenangan yang ingin kita dapatkan, melainkan kehidupan yng mulia untuk sesama dan tuhanya, untuk kembali kepadaNya dalam bentuk yang sebaik baiknya
Puasa bukan sekedar kemenangan pada apa yang bisa dilakukan, padanya kita bersembah bahwa pengendalian terbaik adalah dapat menahan pada apa yang dunia tawarkan padamu, pada setiap nafsu yang ia gambarkan di depan matamu, pada setiap harumnya yang ia jejalkan di penghujung hidungmu. Maka jika puasa hanya sekedar kemenangan, maka tak salah jika egoisme menjadi senjata utama pada penutupan warung makan dan lain sebagainya.
Puasa adalah bentuk keromantisan antara hamba dengan tuhannya, ia hanya diketahui oleh pencipta dan tercipta karena kebenaran dunia adalah hal yang relatif dan kebenaran akhirat adalah mutlak. Dalam hal ibadah, tak ada yang bisa menilai tingkat puasa seseorang, Antara murid dunia dengan murid lainnya, ia hanya bisa dinilai oleh ‘guru’nya, dalam hal ini adalah ia, sang maha pemberi nilai pada rapor pertanggungjawaban manusia atas apa yang dikerjakanya di sekolah bernama dunia, semasa hidupnya. Semoga semua makhluk berbahagia.

PARAMETER BAIK

September 15, 2019
Tidak ada parameter menjadi manusia baik, ataupun manusia yang bisa diterima semua orang. Menjadi manusia adalah persoalan berhubungan dengan manusia lain.
Jika nabi adalah parameter sebagai orang baik, maka orang yang menjadi jadikan dirinya nabi adalah keterbalikan dari semua sifat itu, karena sesungguhnya, menjadinya adalah keniscayaan.
Nabi Muhammad adalah bentuk manusia dengan kekurang tetapi dengan kekuranganya itu ia dapat menjadikanya sempurna, kata cak pun. Aku pun setuju.
Mudah menjadi manusia yang hidup di dunia ini, tetapi sulit menajdi manusia yang menghidupi bagi manusia manusia lain. Dari sini muncul sifat yang beranak dari kata menghidupi, entah itu belas kasih, baik hati, menghargai atau apapun jenis kata thoyibah lainya untuk mendeskripsikan stereotype orang yang baik.
Menjadi manusia adalah pelajaran bagi manusia di dunia, ia boleh saja menjadi goal, ataupun hanya alasan untuk sekedar hidup, seperti kata hamka, Kalau hidup sekedar hidup babi di hutan juga hidup, kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja.
Itu pilihan bagaimana kamu akan memaknai hidup sebagai manusia 60 tahun ini, hanya hidup dengan dasar ‘sekedar’ ataukah dengan idealism dan prinsip yang kau junjung sampai mati. Menjadi manusia bebal yang juga apatis ataukah ia yang menerima semua apa yang terjadi pada hidupnya. 

HANYUT

September 15, 2019

Malam ini akan kutuliskan perjuangan seorang ksatrria
Tentang harapan dan kenyataan
Tentang perjuangan tanpa alasan
Tentang mimpi tanpa balasan

Kini ia telat mati
Sirna dikoyak ketakutanya sendiri
Tentang hal yang bahkan bukan ancaman
Ia telah berubah

Dari ada menjadi tiada
Dari gagah menjadi lemah
Dari keyakinan menjadi keputusasaan

Tetapi yang pasti, impianya tidak akan pernah mati
Impianya terus mengakar, merasuk pikiran anak cucunya
Merangsak jiwa putra putrinya

Hanya tentang waktu, ketika perjalanan berakhir untuk tujuan yang lebih besar
Dan tujuan itu adalah; perubahan.